Berita Nasional

Nelayan Natuna Takut Melaut Sejak Ada Kapal Asing

Pinterest LinkedIn Tumblr

Tanjungpinang, Beritasatu.com – Ketua Nelayan Lubuk Lumbang, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), Herman, membenarkan bahwa anggotanya takut untuk melaut setelah kapal nelayan asing di laut Natuna beberapa hari belakangan ini.
“Benar, sebagian nelayan khawatir melaut, karena mereka berpikir akan ada ancaman oleh nelayan asing,” kata Herman, Jumat (3/1/2020). Dikatakan, nelayan lokal sempat terganggu bahkan di usir oleh kapal asing saat sedang melaut.
“Nelayan saya kalau di laut tidak berani tidur saat istirahat, sebab mereka khawatir ditabrak nelayan asing,” kata Herman. Pihaknya pun berharap kehadiran kapal pengawas Indonesia turut hadir mengawasi aktivitas para nelayan Natuna, seperti yang dilakukan kapal pengawas negara asing terhadap nelayan mereka.
“Kalau coast guard mereka melakukan itu, kenapa kita tidak. Lakukan hal yang sama agar nelayan kita juga aman melaut,” ujarnya. Herman berharap, paling tidak nelayan Natuna harus dibekali alat komunikasi khusus saat melaut agar mudah dipantau, terutama oleh pihak berwajib.
“Saya akan coba mengusulkan lagi bantuan ke pihak terkait agar nelayan kita dibekali dengan sarana atau alat HT,” ucap dia. Herman juga mengimbau kepada semua nelayan supaya tidak takut melapor jika mendapatkan ancaman dari nelayan asing.
Pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada TNI AL, Badan Keamanan Laut (Bakamla), serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang telah bertindak cepat menanggapi laporan masyarakat atas masuknya kapal ikan asing di laut Natuna.
“Kami mengapresiasi, tidak lama setelah viral masalah ini, pihak keamanan langsung bertindak,” tuturnya.
Sementara, Pelaksana Tugas Gubernur Kepri, Isdianto meminta pihak berwenang melindungi nelayan tradisional di Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas dari intervensi nelayan asing. “Kasihan nelayan-nelayan kita. Mereka sekarang ketakutan untuk turun melaut,” kata Isdianto.
Apalagi, kata dia, kapal nelayan asing memiliki peralatan yang jauh lebih canggih dibandingkan nelayan lokal. Bahkan, dari segi jumlah, kata dia, nelayan lokal juga masih kalah dengan nelayan asing. “Makanya, kalau digertak nelayan asing, nelayan kita tak bisa berbuat banyak,” imbuhnya. Mantan Kepala BP2RD Kepri ini meminta pemerintah pusat dapat mengambil langkah tegas dan konkret terkait keberadaan kapal nelayan asing di Natuna. “Kami sudah menyurati pemerintah pusat agar masalah ini tidak berlarut dan nelayan kita tenang melaut serta menikmati hasilnya,” kata da.

%d bloggers like this: