Berita Nasional

PDIP: Pencegahan dan Pengendalian Banjir Tentukan Kualitas Kepemimpinan Daerah

Pinterest LinkedIn Tumblr

Jakarta, Beritasatu.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai, langkah-langah yang diambil untuk pencegahan dan pengendalian banjir menentukan kualitas kepemimpinan di daerah.
“Banjir di Ibu Kota Jakarta cermin rusaknya tata kelola lingkungan. Dengan memelajari kepemimpinan Jokowi, Basuki Tjahaja Purnama, dan Djarot Syaiful Hidayat, ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta, juga kepemimpinan Tri Rismharini sebagai Wali Kota Surabaya, Hendrar Prihadi atau Hendi Wali Kota Semarang, maka persoalan pencegahan dan pengendalian banjir itu merupakan ukuran kualitas kepemimpinan kepala daerah,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta, Sabtu (4/1/2020).
Dikatakan Hasto, Kota Surabaya bahkan Kota Semarang, secara topografis tidak jauh berbeda dengan Jakarta, yang juga menghadapi ancaman karena menaiknya muka air laut. Persoalan di Kota Surabaya tidak kalah kompleks.
“Namun, melalui program komprehensif, terarah, fokus, dan pemimpinnya memahami persoalan lapangan, maka arahan yang diberikan sangat jelas terkait pencegahan banjir. Kedua kota besar tersebut terbukti efektif mengendalikan dan mencegah banjir,” ujar Hasto.
Karena itu, kata dia, apa yang terjadi di Jakarta tidak bisa diatasi dengan sekadar membagi nasi bungkus ketika banjir. Banjir di Jakarta tidak bisa juga dibelokkan akar persoalannya dengan menyalahkan hulu sungai. Banjir merupakan persoalan kepemimpinan dan manajemen.
Pernyataan bahwa selebar apa pun sungai di Jakarta, selama air dari selatan dibiarkan bebas mengalir ke daerah pesisir termasuk Jakarta, kata Hasto, bukan pernyataan yang bijak dan cenderung cuci tangan.
Oleh karena itu, Hasto menegaskan, Rapat Kerja Nasional I PDIP pada 10 Januari nanti secara khusus akan menaruh perhatian pada persoalan tersebut. Dengan demikian, akan lahir kebijakan komprehensif partai di dalam mencegah dan mengendalikan banjir untuk dijalankan bagi seluruh kepala daerah dari PDI Perjuangan
Hasto juga mengatakan, menghadapi banjir di beberapa daerah, khususnya di DKI Jakarta, PDI Perjuangan melalui Badan Penanggulangan Bencana partai bergerak cepat melakukan evakuasi dan bantuan untuk rakyat. Tidak hanya itu, dapur umum di DKI, Bekasi, dan Bogor serta beberapa daerah lain langsung didirikan.
“Partai hadir dengan seluruh nilai-nilai kemanusiaan. Ribka Ciptaning, Sadar Restu, Max Rulland, dan Adi Wijaya memimpin langsung program kemanusiaan tersebut. Kemampuan salah satu dapur umum di DPD PDI Perjuangan DKI bisa memberikan makanan sehat dan bergizi minimum 3.500 nasi kotak per hari. Aksi kemanusiaan ini untuk rakyat kecil tanpa membeda-bedakan pilihan politiknya,” ujar Hasto Kristiyanto.

%d bloggers like this: