Berita Nasional

Tim SAR Gabungan Masih Cari Tiga Korban Longsor di Bogor

Pinterest LinkedIn Tumblr

Bogor, Beritasatu.com – Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian tiga korban yang masih hilang atas kejadian longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Tiga korban tersebut yaitu Amri (60 tahun), Saroh (25), Cicih (5).
Humas SAR Bandung, Jhosua Banjarnahor menyebut, pencarian korban terbagi dua tim dan rata-rata kedalaman material longsor mencapai lima hingga enam meter.
“Kesulitan kami karena timbunan material masih tinggi. Sementara, akses untuk alat berat ke lokasi cukup terjal dan sulit dilintasi. Kami masih melakukan pencarian secara manual,” katanya, Sabtu (4/1/2019).
Berdasarkan data yang dihimpunnya ada sebanyak 19 rumah terbawa hanyut dan luluh lantak oleh terjangan air dan lumpur. Terjangan tersebut diduga datang dari arah Gunung Tajur yang berada di dekat kawasan tersebut.
Selain itu menurutnya proses evakuasi warga mengalami hambatan karena faktor cuaca, akses ke lokasi yang tidak tembus dengan kendaraan bermotor serta minimnya peralatan untuk proses evakuasi.
Basarnas juga mencatat sebanyak 11 desa yang berada di sekitar Desa Harkat Jaya terisolir akibat akses yang tertimbun longsoran. Saat ini sebanyak 400 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Kendati demikian, warga yang terdampak sebagian besar sudah dievakuasi.
“Sementara ini bantuan untuk warga disalurkan via udara (helikopter), karena akses mereka terputus sejak tiga hari yang lalu,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Bogor: Korban Tewas Akibat Banjir 16 Jiwa
Sementara, mulai kemarin, tim gabungan Brimob Polda Jabar melakukan pencarian para korban menggunakan K-9 dibantu Basarnas dan relawan di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya.
Kasubag Humas Polres Bogor, Ajun Komisaris Ita Puspita Lena mengatakan, pihaknya mencoba menggunakan pencarian dengan K9. Karena, lokasi masih berlumpur.

Teknik menggunakan air supaya mendorong agar terlihat korban yang terkena longsoran. “Kesulitan kita, yakni lumpur masih basah dan sangat dalam. Bahkan pergerakan tanah masih labil, sehingga pencarian harus berhati-hati,” ucapnya.
Lebih lanjut Ita menuturkan, mengungkapkan, kondisi yang masih labil membuat warga diungsikan semua karena ada lempengan tanah yang sudah retak. “Makanya kita pasang police line dulu agar tak ada warga di wilayah pemukiman. Kita mulai lagi pencarian Sabtu pagi ini,” pungkasnya.
Butuh Bantuan
Ratusan warga Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, membutuhkan makanan cepat saji di tempat pengungsian SDN Sukajaya 03. Camat Sukajaya Hidayat Saputradinata menjelaskan, untuk memasak pun, warga meminta bantuan dari warga sekitar yang masih memiliki bahan bakar untuk memasak.
Baca Juga: Banjir Jabodetabek, BNPB: Korban Tewas 43 Orang
Keadaan semakin parah lantaran tidak ada listrik di Kecamatan Sukajaya, sehingga warga pun kesulitan air bersih karena tidak bisa menyalakan mesin pompa air untuk mengisi penampungan air.
Selain itu, akses jalan menuju Desa Harkat Jaya terputus dan menyebabkan bantuan logistik tersendat untuk masuk ke pengungsian warga.
“Dari delapan desa di Sukajaya, masih ada tiga yang belum kami terima laporan keadaan pascabencana, karena tidak ada signal ponsel dan akses menuju kesana sementara masih tertutup material longsor,” kata Hidayat.
Kata dia, warga Sukajaya terlaporkan empat warga meninggal, sudah dimakamkan. Sementara tiga orang lagi masih belum ditemukan. “Korban yang belum ditemukan merupakan satu keluarga,” paparnya.

%d bloggers like this: